Happy New Year, Peeps!

0 Comments 28 December 2002 / by

i’m off to florida in a couple of hours. i don’t think i’d do any postings although i’ll bring my laptop along. so, happy new years everyone. i’ll be back on my birthday!

***** indonesian *****

sebenernya gue udah males ngebahas ttg recent artikel yang ada di tempo yang judulnya ‘curhat’ di alam maya. tapi ternyata di comment box postingan gue yang ngebahas ttg artikel ini kemaren ini diisi dengan seseorang yang mengaku sebagai wartawan tempo. basically, dia ini ngasih input ke gue. and i really appreciate that. dan gue seneng juga karena dia naro emailnya di comment itu, so gue langsung nulis email balik ke dia… i tot i’d share what i wrote.. *mudah&#178 gak rada nyolotin ya.. sorri kalo iya, gak bermaksud*



mas xxxxxxx,

terima kasih atas imbauan yang anda sampaikan di comment box blog saya. salam kenal juga. 😀

saya setuju dengan observasi anda bahwa media massa juga manusiawi yang tidak luput dari kesalahan. saya sangat mengerti itu. tapi yang sangat saya sayangkan wartawan tempo yang menulis artikel ini tidak mengikuti cara etika yang semestinya. saya bukan wartawan dan saya tidak ada pengalaman sama sekali dalam bidang jurnalistik. dan kritik saya terhadap wartawan tempo ini mungkin hanyalah sebagai kritik orang awam yang merasa dirugikan. yang saya tahu, selama saya bersekolah di sini saya selalu diajarkan betapa pentingnya mengutip nara sumber dalam berbagai macam hal, sekecil apapun kalimat yang dikutipnya. yang mana dalam artikel ini, semua tulisan kami dalam blog dikutip langsung dan diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia, tanpa ada referensi yang jelas. dan lebih parahnya lagi, informasi nya benar2 salah, terutama informasi ttg saya :D. saya sangat mengerti kalo hal ini adalah masalah kecil tetapi saya sangat berpegang pada prinsip yang telah diajarkan kepada saya sedari dulu.

di satu pihak saya hanya ingin memberikan kritik yang membangun, bukan kritik yang merugikan, jadi saya tidak mungkin akan menfaatkan jalur hukum formal dan sebagainya. yang saya sangat sayangkan, ketika wartawan melakukan ‘research’ untuk menulis artikel ini, yang jelas2 membahas situs pribadi kami para bloggers, tidak satupun yang dihubungi olehnya. jikalau tidak ada yang memberi tahu kami, tidak ada satupun yang tahu tentang artikel ini, yang menurut logis pikiran saya, tentu saja merugikan kami karena informasi yang diberikan salah.

another thing, anda menyebutkan kalo tempo berkeyakinan bahwa internet merupakan ranah publik. dan sah sah saja mengutip dari internet tersebut sepanjang menyebutkan sumbernya. menurut saya ini tidak benar. karena internet memang portal buat publik, tetapi tidak semua situs yang di internet buat publik. tulisan kami di blog sama saja seperti karya tulis kami yang kami publishkan yang mana semuanya merupakan hak kami. situs blog kami adalah situs pribadi, bukan situs online news seperti majalah tempo. jikalau pun ingin mengutip kata2 kami setidaknya informasi & referensinya disebutkan dengan jelas. dalam hal ini, walaupun saudari bina telah menyebutkan referensi bagi blogger2 yang lain, saya merasa dirugikan karena informasi yang dicantum tidak benar. kalimat saya benar2 dikutip langsung dan diterjemahkan, tetapi tidak ada referensi sama sekali kepada narasumbernya, kecuali menyebutkan nama sLesTa (yang tentu saja, bukan nama asli saya).

dan yang seperti saya cantumkan di posting saya ttg masalah ini, saya sangat mengerti kalau ketidakpahaman ini terjadi karena tidak ada aturan yang resmi dan jelas ttg referensi dan hukum yang melindungi online situs di internet dan hak2 privasi ttg pengutipan dan referensi terhadap isi dari internet tersebut. sebagai pemakai internet, tentu saja saya berharap suatu saat nanti akan ada setidaknya undang2 hukum yang melindungi hak privasi kami tanpa membatasi kebebasan memberikan informasi dan berbuka pikiran.

maaf sekali kalau email saya ini sangat panjang dan tidak berkenan. tapi saya sangat menghargai masukan dari anda. saya senang kalau kita bisa mendiskusikan ini dengan cara terbuka tanpa ada kesalah pahaman. yang sangat saya sayangkan, bina bektiati (yang menulis artikel ini) justru tidak berusaha menghubungi kami sebelum atau sesudah artikel ini di muat, apalagi setelah terjadi diskusi kecil ttg artikel yang ditulisnya.

salam,

:: sLêsTä ::

btw, gimana bahasa indonesia gue? cukup sopan gak? hihih…

:: sLesTa

Post a comment


Profile sLesTa

a worker by choice, a mother and a wife by nature / owner of slesta.com / co-founder of the urban mama / the urban muslimah | email: slesta[at]slesta[dot]com

My Instagram

Archives