In Dreams

0 Comments 05 December 2003 / by

pagi itu aku terbangun dengan rasa kantuk yang amat berat. sudah beberapa malam ini aku susah tidur. mungkin karena sudah kebiasaan dengan sedikitnya waktu tidurku selama bulan puasa lalu. tak bisa aku tidur sebelum midnight. akibatnya jam 8 pagi pun aku masih di tempat tidur, menggeliat untuk bangun dengan bunyi alarm yang mendering tak henti². ditambah lagi udara semakin dingin saja, membuatku semakin malas untuk keluar dari selimut tebalku yang hangat. tapi aku tetap mesti bersemangat untuk bangun dan pergi ke kantor, walopun sepertinya akan telat lagi. uuhh…

sesampainya di subway station, aku terlelap lagi. ah biarkanlah aku naik kereta yang lokal saja, yang berhenti di setiap stasiun. tapi setidaknya aku dapat tempat duduk, tak perlu berdesak²an dengan penumpang di kereta ekspress. toh akhirnya cuman beda 10 menit sampai di tujuan. lagipula aku bisa mencuri waktu tidurku selama perjalanan 45 menit ini. lumayan lah, mungkin saja akan menyegarkan mataku.

aku pun tertidur. lumayan lelap tidurku sampai aku tak memperhatikan orang² di sekitarku. setiap kereta berhenti, mataku terbuka sedikit. uuhh.. susah memang.. i’ve always been a light sleeper.. tidak bisa tidur yang lelap, selalu terbangun bila ada suara² di sekitarku.. walaupun sedikiitt saja. tapi aku terus mencuri tidurku. begitu terus beberapa kali sampai akhirnya aku merasa setiap kali mataku terbuka selalu berpapasan dengan mata indah milik lelaki muda di depanku. setelah hampir lima kali terus begitu, aku mulai terbangun karena aku mulai merasa kalau lelaki muda yang duduk di sebrangku itu memperhatikan aku kala tidurku. aku pikir itu hanya perasaanku saja yang GR.. heheh.. tapi ah tidak.. mataku selalu menangkap jeratan matanya yang sedang melihat ke arahku, yang lalu dialihkan ketika mataku terbuka lebar. hmm.. matanya indah. kulihat lelaki itu memakai celana kerja warna khaki dan kaos putih lengan pendek. hmm.. kuat juga dia memakai baju yang lumayan minim itu di waktu musim gugur ini. apalagi akhir² ini udaranya sudah mulai dingin, walaupun belom terlalu dingin sih untuk ukuran musim gugur di akhir november.

kucoba memperhatikan lelaki itu dengan lebih seksama. rambutnya hitam, sepertinya di tubuhnya mengalir darah blasteran, soalnya mukanya seperti dari far east. kulitnya tidak terlalu putih, yang pasti bukan bule, tapi juga tidak gelap. matanya bagus, fitur mukanya juga bagus, dengan kata lain.. lelaki itu termasuk good looking.. tall, dark & handsome. kulihat dia pura² tidak melihat ke arahku walaupun ku tangkap dia mencoba mencuri² pandang. ah lucu. lalu dia berdiri. badannya tinggi, tegap dan bagus. hmm… ah tapi dia sepertinya mau keluar. i guess this is his stop. tujuan terakhirku masih 3 stop lagi. eh tapi kulihat dia hanya mengeluarkan kepalanya dan kembali duduk di bangku di sebrangku. walaupun aku pura² tidak memperhatikan aku merasakan curatan matanya ke arahku.

lalu dia berdiri lagi, pas ketika kereta juga berhenti. tapi hey.. dia tidak keluar juga.. hanya melongokkan kepalanya lalu masuk dan duduk di sebelahku. ah, apa yang dia mau ya? akankah dia menegurku? atau aku hanya ke-GR-an dengan tingkah lakunya? atau mungkin tidurku lucu sehingga dia memperhatikanku dengan tekunnya? atau mungkin aku mengorok tadi? uuhhh… malu banget…

kulihat sosok badannya maju ke depan dan mulai dengan beraninya melihat ke arahku.. daannn…. oops, this is my stop and i’m already late for work.. aku berdiri, dan berlari keluar dari kereta.

kulihat sekilas lelaki muda itu berdiri dan mencoba mengikutiku. tapi aku jalan dengan cepat. sudah jam setengah sepuluh. setengah jam telat nih. aku terus berjalan sampai tak kulihat lagi bayangannya dari pantulan kaca² di sekitar stasiun. hmm… apa ya maumu? sayang kau kurang cepat. see you in my dreams, then

:: sLesTa

Post a comment


Profile sLesTa

a worker by choice, a mother and a wife by nature / owner of slesta.com / co-founder of the urban mama / the urban muslimah | email: slesta[at]slesta[dot]com

My Instagram

Archives