Home

0 Comments 16 July 2004 / by







 

10 hari di kota metropolitan yang hiruk pikuk. kota tempat orang tua ku dan teman-temanku tercinta berada. 10 hari bukanlah waktu yang lama. di antara hiruk pikuk padatnya traffic jam, panasnya matahari, kampanye pilpres, dan pemilu kali ini, aku membagi waktu untuk bertemu dengan semua teman dari masa lalu. di antara janji sana janji sini, kusempatkan mengabadikan sudut kota dan pasar tradisional demi project yang dibebankan oleh teman teman yang sibuk merencanakan acara 17 agustusan di kota hutan beton.

jakarta vs. new york city. ku tak tahu yang mana kah rumahku. aku mencari arti itu. 10 hari tidaklah cukup. jakarta adalah tempat orangtuaku berada. tempat dimana teman-temanku dan semua wajah2 familiar dari masa lalu yang telah memberikan memori yang indah. aku hanya tinggal selama 6 tahun di kota ini, sebelom akhirnya aku pergi merantau ke negri orang. tak terasa, aku telah tinggal di negri orang lebih lama dari kota ku itu. apakah jakarta tetap kota ku? bisakah kubilang nyc sebagai “rumahku”, hanya karena disini lah aku mencari nafkah dan alamat rumahku berada, tempat aku tidur, mandi, dan beristirahat. aku mencari arti itu, kurasa 10 hari tidaklah cukup.

10 hari bertemu, bercanda dan mengejar ketinggalan² yang telah kulalui tanpa teman teman dekatku. hubungan baru terbina, rasa itu masih ada. memori indah masih kuat terlekat. kota ini memang hiruk pikuk. kota ini berbeda jauh dengan new york city. kota ini jauh lebih chaotic dari nyc. tapi dikota ini lah aku ‘hidup’. ternyata 10 hari cukup buatku. cukup untuk membuka mataku.. bahwa home is where your heart is.

dan sekarang, aku hanya berkunjung di kota hutan pencakar langit ini. kunjunganku hampir berakhir … entah sampai kapan. dihatiku, aku tahu dimana rumahku.

:: sLesTa

Post a comment


Profile sLesTa

a worker by choice, a mother and a wife by nature / owner of slesta.com / co-founder of the urban mama / the urban muslimah | email: slesta[at]slesta[dot]com

My Instagram

Archives