Memori

0 Comments 27 July 2004 / by

since i came back from my vacation, i made a decision.  a decision that comes quite a sudden to some people though i’ve been thinking about it for a while now.  a friend was actually quite upset with my decision while others.. well, they mostly surprise although they know it’s coming.  a decision, though i am seriously considering it, i have to admit it gives jitters in my stomach.  despite all that… i know this is what i want.  i want to write about it so much, i lost words.  everytime i tried to, i kinda lost it along with my excitements.  that’s why i haven’t been updated this blog.  here’s what i have to say about it.  i know it’s an abstract thing.. and i would probably be the only person who understands it..  but this is my story board.

 

…………


memori.  memori itu lucu.  kadang indah, kadang kelabu.  aku punya berbagai macam memori.  aku simpan dengan rapi dalam laci di lemariku.  memori ku berwarna-warni.  merah, kuning, biru, hijau .. hinggu kelabu, putih dan hitam.  semuanya mencerminkan hari² indahku, hari² kelabuku.  tak terasa memori ku kian menggunung.  memenuhi tiap sudut lemariku.  kadang terlontar keluar, tak ada tempat baginya di dalam.  sehingga aku harus menyiangkan waktu luang untuk membereskan lemariku.  mengeluarkan memori² yang sudah hilang tak terpakai, dan merapikan memori² itu, memberikan ruang untuk memori² yang akan datang.  kadang aku merajut memori itu, duduk di dalam kamarku.  kadang, aku mendapatkan memori itu dalam bungkusan manis di depan pintu kamarku.  kadang, aku menemukannya di taman, di jalanan, dan ketika berkumpul dengan teman. 

lalu kusadari, akhir² ini aku sudah jarang membuka lemari itu.  sekalipun aku ada waktu, hanya untuk menumpuk lembaran baru.  lembaran yang kian lama kian kelabu, hanya dengan seonggok warna cerah datang terkadang.  aku lupa aku punya lemari itu di sudut kamarku.  lalu di hari minggu yang kelabu, aku buka lemari itu.  aku ambil selembar memori  yang terletak jauh di bawah tumpukan.  memori itu berwarna merah dengan segaris warna biru.  aku buka memori itu.  memori indah yang sudah hampir terlupakan.  kubiarkan pikiranku melayang.  terlihat raut wajahnya disana.  raut wajah dia yang selalu ada di hatiku, namun telah hilang di telan memori memori baru.  oh, tak hanya satu.  ada si dia.. si dia.. si dia.. oh dan dia yang selalu membuatku tertawa, dan dia yang selalu mendengarkan cerita²ku.  ah, teringat masa masa indah bersama mereka.  teringat hatiku tenang, langitku terang.  aku ingin merajut kembali kenangan itu.  aku tau semua itu ada di tumpukan paling bawah, tapi aku ingin menaruhnya di tumpukan paling atas lemariku, hanya untuk memberiku ingatan… cinta itu masih ada.  dan aku ingin kembali kesana.

:: sLesTa

Post a comment


Profile sLesTa

a worker by choice, a mother and a wife by nature / owner of slesta.com / co-founder of the urban mama / the urban muslimah | email: slesta[at]slesta[dot]com

My Instagram

Archives