Sepatu

3 Comments 08 September 2004 / by

aku punya enam pasang sepatu di kloset. yang satu berwarna putih, indah, cantik, tapi tak pernah cocok untuk aku pakai dengan baju2 kesayanganku. sepatu putih itu adalah sepatu pertamaku. banyak kenangan bersamanya, kadang terpikir untuk memakainya kembali. tapi kakiku sudah tak cukup, entah kenapa. memakai sepatu itu terasa nyaman di awal, tapi memberikan lecet lecet di kaki setelah aku memakainya terus2an.

lalu ada beberapa pasang sepatu yang aku suka. tapi terlalu sakit untuk dipakai lama2. akibatnya aku biarkan saja mereka terduduk di atas rak, terkena debu dan terlupakan. satu sepatuku yang paling aku suka, enak dan nyaman. sepatu terakhirku. aku pergi kemana2 dengan sepatu itu, tapi dengan berat aku harus rela membiarkan sepatu itu tergeletak di pojok kloset. masih bagus terlihat dari luar, tapi terlalu rusak untuk dipakai, dan terlalu sayang untuk dibuang.

aku pergi kemana2 dengan sepatu itu. bentuknya indah, terlihat nyaman dan sangatlah cocok di kakiku. warnanya senada dengan warna kulitku. aku pakai kemana pun aku pergi. terlalu banyak kenangan dengan sepatu itu. tak pernah lepas dan bosan aku memakainya. ketika aku terpaksa harus menanggalkan sepatu itu untuk selamanya, hati ini sedih, tapi aku tau sudah saatnya, sebelom kakiku jadi terluka memaksa berjalan di atas sol-nya yang tipis.

kini aku tak memakai sepatu. aku memutuskan untuk membiarkan kakiku tak terbungkus apa2. semua mata menatapku heran ketika aku berjalan. tapi aku nyaman karena aku tak peduli apa kata orang. kadang aku tergoda ketika melihat sandal cantik di balik kaca. kadang aku terpanggil untuk mencoba dan melihat betapa indahnya sandal itu di kakiku. tapi tak pernah aku tergerak membeli sepatu baru untuk menemani jalanku. terlalu banyak yang aku pikirkan, aku tak mau sakit lagi. aku telah amat sadar, sepatu itu terkadang hanya indah saat pertama, tapi melukai kakiku tanpa terasa.

aku hanya menunggu. menunggu sampai aku dapat sepatu yang kumau. yang akan menemaniku tanpa mengecewakanku. yang tepat terpakai di lekuk kakiku dan menopangku tanpa memberikan rasa perih. sepatu yang memberiku kekuatan untuk berdiri, jalan berlama-lama tanpa rasa letih. aku tau aku akan terus tergoda dengan sepatu2 indah di etalase pertokoan, tapi semua itu semu. till then, let me have my barefeet and walk among those who have found the right shoes … .

biarkan mata mata memandang heran. kaki ku penuh kapalan. tapi aku terus berjalan. tanpa beban. tanpa topangan. karena aku yakin dia akan datang. dan aku akan tertawa bersamanya, bermain indah bersamanya, dengan rasa nyaman.

*buat kamu: akankah kamu jatuh cinta padaku? 😛

:: sLesTa

Your Comments

3 Comments so far

  1. nyanya says:

    bagus banget iiiiihhh tulisannya. Aku sukaaa! Gue juga gitu.. sepatu gapapa mahal karna jarang2 belinya..yg penting nyaman 🙂

  2. sLesTa says:

    hihi.. sebenernya sepatu yang gue tulis disini hanyalah sebagai kiasan aja, nya.. bukan ngomongin sepatu beneran
    😀

    thanks ya! gue kangen nulis seperti ini lagi. sekarang otaknya mentok..

  3. yustin says:

    aku tau deh sepatu itu maksudnya apa.. *soktau*


Post a comment


Profile sLesTa

a worker by choice, a mother and a wife by nature / owner of slesta.com / co-founder of the urban mama / the urban muslimah | email: slesta[at]slesta[dot]com

My Instagram

Archives