Mengejar Vanilla Latte

0 Comments 06 November 2006 / by

hari itu masih pagi di akhir pekan. matahari baru saja terbit dan aku sudah meluncur ke arah pondok indah, menuju rumah salah satu sahabatku. selang setengah jam, aku telah tiba. mataku masih mengantuk. tapi berusaha menyegarkan diri dengan pemikiran akan mampir di warung kopi kesayanganku untuk memesan segelas vanila latte panas favoritku di pagi hari.

sambil menunggu sahabatku yang satu lagi datang, kita mulai bersiap2 berangkat. rencananya kita mau memberi surprise sahabat kami yang tinggal di bandung. dia baru saja melahirkan bayi mungil cantik, anak keduanya, sekalian early birthday surprise. ultahnya jatuh di hari senin – hari ini – dan kita tak mungkin datang untuk merayakan bersamanya. sebelum berangkat menuju tol, kita mampir ke pusat perbelanjaan dekat rumah temanku untuk membeli donat impor yang memang kesukaan temanku yang di bandung itu. dulu, sewaktu kami masih menghuni kota beton yang tak pernah tidur itu, donat buatan amerika ini sering menjadi menu sarapan pagi kami, terkadang jadi teman gosip pagi hari kami di kala berakhir pekan bersama. kebetulan donat impor ini baru ada di jakarta saja, dan semenjak dia masih hamil besar, dia sudah sering meminta untuk membawakannya donat impor itu kalau kami datang ke kota nya.

seusai membeli dua lusin donat yang masih hangat itu, kita bertiga langsung meluncur ke arah tol cikampek. aku tak sempat membeli segelas kopi kesayanganku, karena kedai kopi nya belom buka sepagi itu. besides, kita ingin cepat2 sampai di bandung, dan berpikir kita bisa pick up on the way saja.

selama di perjalanan, kami sibuk ngobrol & becanda. sudah lama tak jumpa, kami ingin berbagi cerita. tak terasa kami sudah di jalan lumayan lama.. tapi kok… loh? bukankah kedai kopi itu baru saja terlewat? yaaahh.. ga jadi deh beli vanilla latte nya. padahal aku sudah menginginkan minuman itu dari tadi pagi. sudah terbayang2 untuk jadi teman perjalanan ke bandung. tapi yah, terlewat..

karena tak mungkin untuk memutar arah mobil kami, akhirnya kami memutuskan untuk membelinya ketika kita sampai di tujuan saja. toh cabang kopi kesayangan kami itu, ada disana. ya yaa.. kenapa tidak? menunggu sejam lagi juga tidak terlalu lama kok.

sekeluarnya kami dari pintu tol, kami langsung melihat peta untuk menuju pusat perbelanjaan yang mempunya cabang kedai kopi itu. sambil memberi petunjuk jalan, kami ngobrol ini itu. lalu tiba di perempatan dan temanku langsung membelokkan arah mobil ke sebelah kanan. loh? ini arahnya kemana ya? di peta tidak terlihat seperti ini. yah, ini sih kita bisa langsung ke rumah sakit aja, daripada muter lagi.. dan terperangkap di tengah2 kemacetan kota bandung di akhir pekan. lagian, kita bisa mampir setelah dari rumah sakit saja kok! yahhh.. vanilla latte kesayanganku mesti ditunda lagi deh.. tapi aku tak putus asa. hari masih panjang, aku bisa membelinya setelah dari rumah sakit saja, deh!

setibanya di rumah sakit, temanku langsung berteriak senang ketika melihat wajah kami bertiga nongol di pintu kamar nya. setelah ngobrol dan tanya ini itu ttg waktu dia bersalin malam lalu & melepas kangen, tak terasa perut kami pun mulai terasa lapar. lalu kami pun pamit untuk pergi makan siang, ditemani dengan suami sang teman. pilihan kami tertuju ke tempat bebek bakar yang sudah lama tak aku datangi. wah, pasti enak! ketika melihat menu, terlihat menu pilihan untuk minuman yang dari setadi pagi sudah aku idam2kan! tapi kami menahan diri.. nanti sajalah, kita membeli dari kedai kopi kesayangan kami saja! lalu kami pun memesan makan siang kami.

selesai makan siang, kami pun meluncur balik ke arah rumah sakit. suami sang teman bertanya apabila kami ingin mampir ke kedai kopi kesayangan. karena kekenyangan, kami bilang.. nanti saja lah, sebelum perjalanan pulang kami ke jakarta. ya yaa.. itu lebih baik! walopun kami benar2 sudah sakaw deh.. hehe..

menjelang sore, kami pun pamit pulang untuk kembali ke jakarta. sebelom masuk ke arah tol, seperti yang kami rencanakan sedari tadi, kami akan mampir ke kedai kopi kesayangan itu. tapi karena tempatnya melewati tempat kue untuk beli buah tangan, aku minta mampir dulu. setelah membeli buah tangan untuk orang rumah, aku melihat kedai es krim. wah seperti nya enak! jadilah aku memesan satu cup es krim rasa rum raisin, yang kemudian diikuti oleh kedua sahabatku.

sesampainya di mobil.. dan menuju ke kedai kopi.. kami kok tiba2 merasa eneg untuk membeli kopi karena kekenyangan makan es krim. apalagi temanku juga memesan es krim rasa kopi. dan karena kita juga akan melewati pintu tol arah jakarta.. akhirnya dengan spontan kita memutuskan.. yah, beli di jakarta aja deh!!

two and a half hours later… kita tiba di jakarta! perut kami terasa mulai lapar lagi, yah..karena memang sudah saatnya makan malam. tapi akhirnya setelah seharian sudah muter kesana kesini tanpa memenuhi rasa craving kami, akhirnya kita memutuskan.. mari ke kedai kopi kesayangan saja! so we can end our day happily..

hahhaha.. akhirnya kita kembali ke titik nol. ke pusat perbelanjaan tempat kami membeli donat impor untuk teman kami yang di bandung tadi pagi, dan kita pun bergerak menuju kedai kopi kesayangan. segelas vanilla latte hangat sudah ada di tanganku. hmm…

it literally took us from jakarta to bandung and back until we get it. demi secangkir vanilla latte hangat dari kedai kopi kesayangan… hmm, what a tiring day! 🙂

:: sLesTa

Post a comment


Profile sLesTa

a worker by choice, a mother and a wife by nature / owner of slesta.com / co-founder of the urban mama / the urban muslimah | email: slesta[at]slesta[dot]com

My Instagram

Archives