My Running Bucket List

2 Comments 29 June 2012 / by

Akhir-akhir ini, olahraga lari mulai menjadi trend olahraga di kalangan anak2 muda, ibu2, bapak2, professional muda di Jakarta. Seru karena di TL jadi rame dengan orang2 update tentang olahraga lari di akhir pekan. Serunya lagi, makin terdengar banyak event lari di Jakarta, gak kalah sama yang di Singapur! Buat gue, ini pas banget karena gue mulai pick up lari lagi setelah gue melahirkan Neishia. Jadi kayak jadi reborn runner, soalnya terakhir gue lari itu ya tepat sebelum gue hamil Neishia, karena waktu itu emang lagi seru2nya core training dengan PT, sebagai awal dari training untuk lari jarak panjang gue.

Nah, seperti halnya trend, jadi banyak dong pengikutnya. Well, imo sih ya, ga ada salahnya kok mengikuti trend kalau emang positif. Olahraga ini kan bukan baru-baru aja muncul di dunia. Intinya kan trend ini ada supaya nularin habit yang baik, positif dan bikin jadi pada melek olahraga. Karena olahraga lari ini kan yang paling gampang. Gak mesti sign up gym, tinggal berbekal sepatu aja, udah bisa kok. Cuma punya waktu 20 menit? Gak masalah.. bisa kok lari 1-2K, jadi tetap bisa berolahraga dan keringatan walaupun waktunya pendek. Let’s face it, jaman sekarang, waktu itu berharga banget, orang2 punya kesibukan disana sini, yang kadang olahraga bukan jadi prioritas lagi. Jadi kalau sekarang orang2 jadi mulai tergerak untuk berolahraga, walaupun dibilang ngikutin trend, ya gapapa dong?

Buat gue sendiri, lari bukan lah olahraga utama gue. Dari dulu, gue selalu berolahraga tapi jarang sampai hooked dengan lari. Gue lebih prefer ke core workout seperti pilates, yoga, atau dulu waktu SMA gue ikut softball. Tapi sejak gue pindah ke Singapore, cardio workout jadi pilihan gue setelah gue melahirkan Naia. Soalnya cardio adalah cara paling efisien untuk menghilangkan lemak yang menimbun selama hamil. Terlebih lagi, gue diajak oleh seorang teman yang gila lari di tahun 2009 untuk mengikuti 10K race pertama kalinya.

Sejak itu, gue mulai pick up lari. Gak terlalu rutin banget memang, tapi gue mulai suka. Apalagi gue pindah ke daerah yang tepat di depan reservoir, salah satu tempat populer untuk runners dan joggers di singapore melakukan kegiatan olahraga mereka, termasuk olahraga wakeboarding atau event lomba dragon boat segala. Aksesnya pun mantap banget buat gue bisa lari kapan aja. Ditambah lagi, teman teman kantor gue waktu itu juga banyak yang pelari dan suka bikin event lari bareng pulang kantor rame2. So it’s only natural that I pick up running after I gave birth the second time. Karena lari (dan juga renang) adalah olahraga yang paling mudah untuk langsung gue implementasi, juga semuanya emang bener2 accessible buat gue lakuin. Jadi kalo pake alesan males, jauh, atau gak punya waktu, itu mah bener2 gak laku banget alesannya.

Kembali lari setelah lahiran kemaren emang sudah jadi cita-cita gue. Selama hamil rasanya gatel karena harus missed out beberapa event lari yang emang udah gue rencanain mau ikut. Makanya gue gak pake nunggu lama-lama, langsung beli sepatu baru dan langsung mulai training dari low impact setelah masa nifas selesai. Lalu langsung tancap gas mulai lari dan ikutan 10K race setelah 3 bulan lahiran Neishia. Plus pas banget olahraga lari juga lagi rame-ramenya, jadi makin nambah semangat juga deh. Kalo gak, mungkin rasa malas gue bakal lebih menang deh..

Cita-cita lari setelah lahiran? Iya! Seperti yang gue pernah tulis di resolusi gue di tahun 2011 ini, gue membuat 2 resolusi dimana kalau satu kejadian, yang satu lagi terpaksa gagal! Yaitu, lari half marathon, atau hamil. As we all know, gue hamil.. jadi training gue di akhir tahun 2010 untuk bisa lari half marathon di tahun 2011, terpaksa gatot. Makanya ketika gue mulai pick up lari lagi di awal tahun 2012, dan ternyata pas banget di saat banyak orang di sekitar gue yang pick up lari, wah, happy banget.. support group gue makin gede. Dan mulai menyusun strategi untuk lari half marathon secepatnya.. tapiii… huhu, ternyata gue tetap harus nunggu paling tidak 2 tahun lagi untuk bisa lari half marathon. Kenapa?

Well, pertama.. karena gue masih breastfeeding. Dari semua sumber bacaan yang gue cari, seorang ibu yang masih menyusui sebaiknya tidak berolahraga full impact lebih dari 90 menit. Karena ini bisa menyebabkan naiknya produksi lactic acid yang kemungkinan akan menyebabkan rasa asam di ASI. Kemungkinan? Iya, karena ini hasil research tapi tidak dibuktikan langsung, karena .. ya, siapa juga yang bersedia jadi objek risetnya? Makanya, daripada kenapa2, ya sebaiknya gue tetap mengikuti rule of thumb ini.

Trus, gue mendengar ada seorang ibu menyusui yang sudah lari half marathon di saat anaknya belom 6bln, wah.. gue merasa tertantang. Langung cari-cari info lagi untuk mematahkan teori yang bilang sebaiknya gak berolahraga lebih dari 90 menit ketika masih menyusui. Dan gue gak menemukan apa2. Half marathon itu jaraknya 21KM, jadi kalau gue berlari dengan kecepatan rata2 gue sekarang, paling tidak gue baru masuk finish dengan waktu paling lambat 2 jam 30 menit! Banyak sih runner moms yang bisa menjalani ini, tapi gue susah mencari yang share online dan mostly their biggest concern bukan karena produksi lactic acid, tapi justru produksi ASI pada saat lari panjang itu yang tentunya bakal bikin lari jadi makin ‘riweuh’.

I asked a few runner moms, dan hampir semuanya menjawab.. “Don’t worry Shin, there are still plenty races to run.. but only 2 years of breastfeeding time!” Heck, that is so true! Yes, running half marathon and probably someday a full marathon are still on my bucket list, and it may stay there longer than i want. Not because i can’t do it, but because .. I am a Mom first!

image from: www.runnr.com.ph

Your Comments

2 Comments so far

  1. nyanya says:

    Iiih Shinta hebat deh. Inget banget dulu pertama tau Shinta di TUM langsung baca-baca blognya. Terus melongo amazed gitu bacanya. Ini ibu-ibu ternyata doyan ikut marathon (mana sebelumnya sempet melongo liat list band-band keren yang ditonton)! Kereeeeenn! 😀

  2. sLesTa says:

    @nyanya: haduh, saya biasa2 saja kok 🙂 belom sampe ikutan marathon, nya.. baru race 10K aja. mudah2an soon bisa ikutan marathon, paling gak yang half dulu deh.


Post a comment


Profile sLesTa

a worker by choice, a mother and a wife by nature / owner of slesta.com / co-founder of the urban mama / the urban muslimah | email: slesta[at]slesta[dot]com

My Instagram

Archives